Petisionline.com

Cara Menulis Siaran Pers untuk Petisi Anda

Liputan media dapat melipatgandakan jangkauan petisi Anda. Siaran pers yang baik memberi jurnalis cerita yang jelas, alasan untuk meliputnya sekarang, dan kontak yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut.

Apa itu siaran pers?

Siaran pers adalah pengumuman singkat dan terstruktur yang ditulis untuk jurnalis. Isinya menjelaskan apa yang sedang terjadi, mengapa penting, siapa yang terdampak, dan siapa yang bisa dihubungi untuk wawancara.

Siaran pers bukanlah artikel, teks petisi, atau argumen yang panjang. Seorang jurnalis seharusnya bisa membaca paragraf pertama dan langsung memahami ceritanya.

Untuk kampanye petisi, siaran pers berguna ketika Anda memiliki daya tarik berita yang nyata: pencapaian jumlah tanda tangan yang besar, tenggat waktu, penyerahan petisi, pertemuan publik, tanggapan dari pengambil keputusan, atau cerita lokal yang kuat dan menyentuh sisi kemanusiaan.

Tentukan sudut berita terlebih dahulu

Jurnalis membutuhkan cerita, bukan hanya tautan petisi. Sebelum menulis, tentukan mengapa ini layak menjadi berita sekarang. Petisi dengan 37 tanda tangan dan tanpa tenggat mungkin sangat berarti bagi penyelenggara, tetapi belum tentu menjadi cerita bagi ruang redaksi.

Contoh sudut berita petisi yang kuat meliputi:

  • Jumlah tanda tangan yang signifikan atau bertambah cepat
  • Pemungutan suara, tenggat, dengar pendapat, rapat dewan, atau tanggal sidang yang akan datang
  • Penyerahan petisi kepada pengambil keputusan
  • Konflik lokal yang berdampak pada warga, pelajar, pekerja, orang tua, pasien, atau pelanggan
  • Kisah pribadi yang menunjukkan dampak isu tersebut terhadap manusia
  • Tanggapan, penolakan, atau diamnya lembaga yang menjadi sasaran petisi

Jika Anda belum bisa menjelaskan sudut berita dalam satu kalimat, teruslah mengolahnya sebelum mengirim siaran pers.

Buat judul yang menceritakan isi berita

Judul harus merangkum berita dalam satu kalimat yang jelas. Judul tidak perlu cerdas-cerdik. Yang penting spesifik.

Judul petisi yang baik sering memuat angka, tempat, pengambil keputusan, dan tuntutan yang konkret.

Contoh:

"3.000 warga menandatangani petisi untuk menyelamatkan Perpustakaan Pusat sebelum pemungutan suara dewan"

"Orang tua mendesak dewan sekolah untuk menunda rencana penutupan setelah petisi mencapai 1.200 tanda tangan"

Hindari judul yang samar seperti "Komunitas bersatu" atau "Orang-orang menuntut perubahan" kecuali judul tersebut juga menyebutkan perubahan apa yang dimaksud.

Letakkan fakta terpenting di awal

Paragraf pertama adalah lead. Paragraf ini harus menjawab pertanyaan penting: siapa melakukan apa, apa yang mereka inginkan, mengapa ini penting, di mana terjadi, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tulis seolah-olah jurnalis mungkin hanya membaca paragraf pertama. Jika ceritanya tidak jelas di sana, siaran pers bisa saja diabaikan.

Contoh lead:

"Lebih dari 3.000 warga telah menandatangani petisi yang meminta Dewan Kota untuk tetap membuka Perpustakaan Pusat, menjelang pemungutan suara dewan yang dijadwalkan pada Selasa malam. Pembuat petisi, Maya Lopez, mengatakan bahwa penutupan itu akan membuat ratusan pelajar dan warga lanjut usia tidak lagi memiliki akses terdekat ke ruang belajar, komputer umum, dan layanan komunitas."

Ikuti struktur standar

Siaran pers paling mudah digunakan ketika mengikuti format yang umum. Gunakan paragraf pendek dan urutan bagian yang jelas.

  • Label rilis: Biasanya "Untuk segera dirilis" kecuali ceritanya berstatus embargo.
  • Judul: Satu baris yang menangkap inti berita.
  • Dateline: Kota dan tanggal rilis.
  • Paragraf lead: Cerita utama dalam dua atau tiga kalimat.
  • Isi: Dua atau tiga paragraf pendek berisi konteks, bukti, dan latar belakang.
  • Kutipan: Pernyataan yang manusiawi dari pencipta petisi atau seseorang yang terdampak.
  • Rincian petisi: Tautan petisi, jumlah tanda tangan, tenggat, dan pengambil keputusan.
  • Detail kontak: Nama, alamat email, nomor telepon, dan ketersediaan untuk wawancara.

Batasi siaran pers menjadi satu halaman, biasanya sekitar 400 hingga 500 kata.

Sertakan kutipan yang bisa digunakan jurnalis

Jurnalis menggunakan kutipan untuk memberi suara manusia pada sebuah cerita. Kutipan yang baik tidak boleh mengulang fakta yang sudah disebutkan dalam siaran pers. Kutipan harus menjelaskan mengapa isu ini penting bagi orang-orang nyata.

Kutipan yang lemah berbunyi: "Kami sangat prihatin dengan isu ini."

"Perpustakaan ini adalah tempat anak-anak saya mengerjakan PR sementara saya menyelesaikan shift malam. Jika ditutup, keluarga seperti saya kehilangan lebih dari sekadar buku. Kami kehilangan salah satu dari sedikit ruang publik aman yang tersisa di lingkungan ini."

Gunakan bahasa yang natural. Jangan buat kutipannya terdengar seperti slogan atau pernyataan hukum.

Tambahkan angka dan bukti yang berguna

Angka membantu jurnalis menilai skala dan urgensi sebuah cerita. Sertakan jumlah tanda tangan saat ini, seberapa cepat tanda tangan dikumpulkan, berapa banyak orang yang terdampak, dan kapan keputusan akan dibuat.

Gunakan bukti dengan hati-hati. Jika Anda mengutip dokumen publik, keputusan resmi, laporan, agenda rapat, atau angka anggaran, buatlah agar jurnalis mudah memverifikasinya.

Jangan melebih-lebihkan. Siaran pers yang melebih-lebihkan fakta dapat merusak kredibilitas seluruh kampanye.

Temukan dan hubungi jurnalis yang tepat

Siaran pers yang baik tetapi dikirim ke kotak masuk yang salah sering kali sia-sia. Susun daftar media kecil sebelum Anda mulai mengirim email.

  • Susun daftar media: Cari surat kabar lokal, stasiun radio, stasiun TV, buletin lokal, dan blogger di wilayah Anda. Cari jurnalis bernama yang meliput politik lokal, isu komunitas, pendidikan, kesehatan, lingkungan, transportasi, perumahan, isu konsumen, isu tempat kerja, atau topik spesifik Anda.
  • Tulis email pribadi: Jangan hanya mengirim siaran pers ke alamat umum ruang redaksi jika Anda bisa menemukan kontak yang lebih tepat. Tulis catatan singkat kepada jurnalis tertentu yang menjelaskan mengapa cerita ini cocok dengan liputan mereka. Baris subjek Anda biasanya bisa menggunakan judul siaran pers.
  • Atur waktunya dengan tepat: Untuk berita lokal dan umum, pagi hari Selasa sampai Kamis sering kali paling efektif. Hari Senin bisa padat dengan tindak lanjut akhir pekan, dan menjelang Jumat banyak ruang redaksi sudah merencanakan liputan akhir pekan yang lebih ringan.

Contoh catatan email:

"Halo [nama], saya melihat laporan terbaru Anda tentang pendanaan perpustakaan, jadi saya pikir petisi ini mungkin relevan untuk liputan Anda. Lebih dari 3.000 warga telah menandatangani sebelum pemungutan suara dewan pada hari Selasa. Saya menempelkan siaran pers di bawah ini dan dapat mengatur wawancara dengan warga yang terdampak hari ini."

Pilih waktu yang tepat

Kirim siaran pers saat daya tarik beritanya paling kuat. Waktu yang tepat antara lain saat mencapai tonggak jumlah tanda tangan yang berarti, sehari sebelum pertemuan publik, pagi hari penyerahan petisi, atau segera setelah pengambil keputusan memberi tanggapan.

Hindari mengirimnya pada Jumat sore atau malam kecuali ceritanya mendesak atau terkait dengan acara akhir pekan.

Jika petisi terkait dengan sebuah acara, kirim siaran pers cukup awal agar jurnalis sempat merencanakan liputan. Untuk penyerahan petisi, pemberitahuan dua atau tiga hari sebelumnya sering kali lebih baik daripada mengirimnya setelah penyerahan sudah terjadi.

Tindak lanjuti sekali

Jika Anda belum mendapat balasan, kirim satu tindak lanjut singkat setelah satu atau dua hari. Tambahkan informasi baru jika ada, seperti jumlah tanda tangan yang lebih tinggi, narasumber yang sudah pasti, atau tanggapan dari pengambil keputusan.

Jangan terus mendesak jika jurnalis tidak tertarik. Hubungan yang saling menghormati dapat membantu kampanye berikutnya atau pembaruan di masa depan.

Templat Siaran Pers

UNTUK SEGERA DITERBITKAN

[Judul: Jumlah orang] mendesak [pengambil keputusan] untuk [tindakan spesifik]

[KOTA], [TANGGAL]: [Satu atau dua kalimat yang menjelaskan siapa yang memulai petisi, berapa banyak orang yang telah menandatangani, apa yang mereka minta, dan keputusan atau tenggat apa yang akan datang.]

[Tambahkan satu paragraf singkat yang menjelaskan latar belakang.] Apa yang terjadi? Siapa yang terdampak?

UNTUK DIPUBLIKASIKAN SEGERA

[Judul: Jumlah orang] mendesak [pengambil keputusan] untuk [tindakan spesifik]

[KOTA], [TANGGAL]: [Satu atau dua kalimat yang menjelaskan siapa yang memulai petisi, berapa banyak orang yang telah menandatangani, apa yang mereka minta, dan keputusan atau tenggat waktu apa yang akan datang.]

[Tambahkan satu paragraf singkat yang menjelaskan latar belakang. Apa yang terjadi? Siapa yang terdampak? Mengapa petisi ini penting sekarang?]

"[Tambahkan kutipan dari pembuat petisi atau seseorang yang terdampak langsung. Kutipan ini harus menjelaskan dampak pada manusia dengan bahasa yang jelas dan sederhana.]"

[Tambahkan satu paragraf singkat dengan detail pendukung: jumlah tanda tangan, tenggat waktu, tanggal rapat publik, pengambil keputusan, atau sumber klaim.]

Petisi dapat dilihat dan ditandatangani di sini: [tautan petisi]

Kontak media:

[Nama]
[Alamat email]
[Nomor telepon]
[Ketersediaan untuk wawancara]

"[Tambahkan kutipan dari pencipta petisi atau seseorang yang terdampak langsung. Kutipan ini harus menjelaskan dampak kemanusiaannya dengan bahasa yang sederhana.]"

[Tambahkan satu paragraf singkat dengan detail pendukung: jumlah tanda tangan, tenggat, tanggal rapat publik, pengambil keputusan, atau sumber klaim.]

Petisi dapat dilihat dan ditandatangani di sini: [tautan petisi]

Kontak media:

Nama
Alamat email
Nomor Telepon
[Ketersediaan untuk wawancara]

Panduan terkait

Siaran pers paling efektif jika singkat, faktual, tepat waktu, dan mudah diubah oleh jurnalis menjadi sebuah berita.

Mulai Petisi Sekarang