Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) adalah ruang bagi anak bangsa untuk menunjukkan kreativitas, kejujuran, dan sportivitas dalam berkarya. Namun, esensinya mulai dicederai oleh tindakan-tindakan tidak terpuji dari oknum tertentu yang merusak ekosistem kompetisi yang sehat.
Kami, sekelompok seniman yang juga turut meramaikan FLS3N, baik sebagai pelatih, juri, maupun peserta, yang peduli terhadap masa depan seni pertunjukan, merasa resah dengan adanya tindakan provokatif yang berulang, di mana oknum tertentu:
1. Melanggar Integritas Juri: Melakukan pendekatan personal kepada juri di luar forum resmi sebelum lomba dimulai dengan dalih "konsultasi", yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
2. Mengintimidasi dan Melakukan Provokasi: Selalu melakukan protes tidak berdasar secara berisik di area publik saat mengalami kekalahan, serta aktif mencari-cari kesalahan pemenang demi menjatuhkan reputasi mereka. Tindakan ini tidak hanya merugikan pemenang yang sah, tetapi juga menciptakan atmosfer yang beracun bagi seniman-seniman muda lainnya yang ingin bertanding secara jujur.
Tuntutan kami:
Melalui petisi ini, kami mendesak Panitia Penyelenggara FLS3N dan Dinas Terkait untuk:
1. Pemberlakuan Blacklist/Sanksi Tegas: Memberikan sanksi berupa teguran keras hingga diskualifikasi atau larangan terlibat dalam FLS3N periode berikutnya bagi oknum (baik pembina, pendamping, maupun peserta) yang terbukti melakukan provokasi berlebih dan tidak menerima keputusan juri secara sah.
2. Sterilisasi Juri: Memperketat kode etik juri dengan melarang segala bentuk konsultasi pribadi atau interaksi tidak resmi antara juri dan pihak peserta menjelang kompetisi.
3. Prosedur Protes yang Resmi: Mewajibkan segala bentuk keberatan dilakukan melalui jalur resmi (tertulis dan berbasis bukti) sesuai regulasi, bukan dengan membuat kegaduhan yang mengintimidasi juri maupun pemenang.
Mari tandatangani petisi ini demi menjaga kehormatan panggung FLS3N dan melindungi mental generasi muda seniman Indonesia!