Malang Darurat Parkir
Tukang parkir juga harus mendapatkan pendidikan moral dan etika sebelum menjadi tukang parkir yang baik.
Parkir motor 2rb, sehari bisa parkir 2 sampai 3x, di atm, tempat fotocopy, minimarket atau di kantor pos sebulan bisa dihitung habis rata2 200rb hanya untuk parkir. Mungkin itu ga seberapa untuk PNS atau pegawai yang gajinya sesuai dengan UMR/UMK. Lalu bagaimana dengan para guru honorer atau guru swasta yang digaji kurang dari 500rb perbulan yang bahkan jaminan kesehatan pun tidak dapat dari pemerintah. Atau para mahasiswa yang belum mempunyai penghasilan sendiri. Harap pak walkot/pak bupati bukan hanya memperhatikan nasib para tukang parkir liar, karena yang mencari rezeki dan tidak berkecukupan bukan hanya mereka saja, masih banyak sekali masyarakat yang memilih bapak2 sekalian ini hidup pas pasan hanya untuk makan dan sangat tercekik dengan biaya parkir di Malang saat ini. Terima kasih.
Lainnya jadi makhluk halus :v
parkiran iku seharuse ono ruange, ojo jalan raya seng d gawe parkiran, mosok pean kabe ra ngerti lek kuto malang iki dalane gk memenuhi syarat lek d juluki kuto, polae jalan utamae ae cuwilik, malah malah di gawe gon parkir,
contohen kuto BANYUWANGI iku lur.. gnok parkiran d kono iku, kerono pemerintah kuto BANYUWANGI ngerti lek dimanapun KOTA yg mana pemerintahnya iku gedekno PARKIRAN iku podo ugo karo gedekno PREMAN diKOTA tersebut,
setuju ta pean kabeh iki lek kota MALANG enggoni PREMAN???
CAMkan itu... monggo Pak WALIkota dan DPR pekerno.. iki masalah lo yo...
Sebenarnya tidak hanya masalah parkir yang perlu di benahi, tetapi yg tidak kalah penting dan urgent adalah JALAN RAYA BERKUBANG (berlubang).
Sampai saat ini belum digarap dgn serius terutama jalan di wilalayah bandulan/mergan dan masih banyak diwilayahlainnya.
Pemkot pasti dapat jatah,, jukir kok dibiarkan, lahan parkir kok di trotoar+ ambil bahu jalan aspal,,, emang jancok lah
| This discussion has been closed. |