Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, tanpa terkecuali. Namun, bagaimana jika saat merasa sakit dan butuh bantuan, kita justru kesulitan menyampaikan apa yang dirasakan?
Inilah tantangan yang masih terus dihadapi oleh lebih dari 1,08 juta Teman Tuli di Indonesia (data SKI 2023). Ketika datang ke rumah sakit atau puskesmas, keterbatasan fasilitas yang inklusif membuat komunikasi menjadi hambatan besar. Rasa cemas, bingung memahami alur pelayanan, hingga risiko salah menerima petunjuk pengobatan sering kali tak terhindarkan. Mendapatkan pelayanan medis yang aman dan nyaman seharusnya tidak menjadi hal yang rumit bagi siapa pun.
Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan ruang medis yang adaptif adalah jembatan empati. Ketika tenaga kesehatan dibekali pemahaman budaya Tuli serta didukung fasilitas visual yang memadai, teman Tuli bisa merasa benar-benar didengar, dihargai, dan dilayani dengan setara.
Melalui petisi ini, mari bersama-sama mendorong perbaikan nyata:
- Tenaga Kesehatan Ramah Tuli: Mengintegrasikan pelatihan dasar BISINDO dan edukasi budaya Tuli untuk Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan.
- Sistem Informasi Visual: Menyediakan media petunjuk dan pemanggilan pasien berbasis visual (teks/gambar), tidak hanya pengumuman suara.
Satu suara dan tanda tanganmu sangat berarti. Mari kita pastikan hak kesehatan benar-benar milik semua orang, tanpa ada yang tertinggal. Ayo tanda tangani dan sebarkan petisi ini!