Petisionline.com

Malang Darurat Parkir

Hubungi penulis petisi

Tamu#1626 Sep 14, 2016, 00:38
Saya setuju ada penertiban lahan parkir. Dan mohon adanya tindakan bagi tukang parkir yang tidak memberikan karcis resmi untuk retribusi parkir, seperti ada wadah bagi kita untuk melapor dan ada tindak lanjut, karena setahu saya uang parkir sebagian juga untuk membangun kota. Seringkali juga karcis parkir tidak diberikan atau yang diberikan adalah karcis kemarin, karcis yang sudah terpakai atau karcis kadaluarsa. Yang saya sayangkan adalah dengan tindakan tersebut sebagian uang parkir tidak masuk ke pemasukan kota atau ke tempat yang seharusnya. Terima kasih
Tamu#1627 Sep 14, 2016, 00:39
Menganggu jika cuma berhenti sebentar dan di tarik parkir sedangkan jukirnya hanya ngobrol tanpa mengawasi motor saya
Tamu#1628 Sep 14, 2016, 00:40
Jukir ilegal harus ditindak secepat nya supaya tidak meresahkan semua warga yang berada di malang yang sebenernya di peras tapi berkedok jukir
Tamu#1629 Sep 14, 2016, 01:04

Parkir sewajarnya cuma 1000 rupiah

Tamu#1630 Sep 14, 2016, 01:14
memang mnjadikn kota malang mnjadi kota yg tdk ramah. yg akhirnya berimbas ke label kota malang sebagai kota pendidikan, kota wisata dll berubah menjadi malang kota parkir...kalau bisa parkir kota malang dikelola oleh pemkot saja dgn management yg terbuka.
echi#1631 Sep 14, 2016, 01:22

pas tas teko tukang parkir e gak onok ,pas kene kate mulih moro2 wis ono sing nyemprit teko kadohan. Marani njaluk duwek, adapes/libom e awakdw dijarno ngono ae masio misal butuh rewang gae ngundurno utowo kudu nyebrangi dalan. sing paling nemen pas markiri adapes terutama ,jan ketok nemen lek mek butuh duwek e tok. gapopo ,ngene ae terus, cek sak kutho dadi tukangparkir kabeh. sopo sing ga gelem kan ? kerjo mek semprit2 oleh e akeh ,lek ono sepeda/helm ilang mek ngomong guduk tanggungjawabku. helmku ae tau dicolong dw karo sing markir. 

Tamu#1632 Sep 14, 2016, 01:22
Kepala dishub kalau gak bisa ngatasi perparkiran pecat saja, ganti yg berkompeten. Dan pemkot bikin aturan jelas yakni perda perparkiran berupa sanksi dan denda buat petugas parkir tidak resmi dan semena mena gitu, sering-seringlah sidak operasi petugas parkir tidak resmi
Tamu#1633 Sep 14, 2016, 01:23

Capek bertengkar terus sama tukang parkir yang tak ubahnya pengemis. Waktu parkir "ungkak ungkek dewe", giliran keluar disemprit. Sebisa mungkin ke ATM drive thru,beli makan drive thru ato delivery daripada berhenti kena parkir. Sehari bisa habis 8-10ribu cuma utk parkir.

Tamu#1634 Sep 14, 2016, 01:26
Saya muak dengan para juru parkir liar (siluman parkir) yang mengharuskan kami membayar parkir, dan hampir dari mereka setelah diberi uang malah tidak melaksanakan kewajibannya utk mengatur parkiran dsb. dan pergi begitu saja.
Tamu#1635 Sep 14, 2016, 01:29

Re:

#515: -  

 Makopar Malang kota parkir julukannya

Tamu#1636 Sep 14, 2016, 01:31
Dishubnya gak becus kerja, pecat saja
Tamu#1637 Sep 14, 2016, 01:40
mohon segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait.
Tamu#1638 Sep 14, 2016, 01:40
kembalikan fungsi parkir, jika kendaraan hanya mampir 2 menit di pinggir jalan dan harus membayar 2ribu rupiah, apa bedanya dg rampok ?
Tamu#1639 Sep 14, 2016, 01:58
Tidak adanya pemberian karcis di hampir setiap tempat parkir yang membuat pertanyaan kemanakah retribusi parkir ITU dibayarkan. Kurangnya pelayanan tukang parkir yang seolah olah seperti tukang palak atau preman.
Tamu#1640 Sep 14, 2016, 02:15
Sdh seringkali mendapat pengalaman 'tidak menyenangkan' dari tukang-parkir (liar)...dan (ironinya)..saya justru tahu (bertetangga jauh) dg 2(dua org ) bos lahan parkir di terminal AS dan pasar MRTJY yg ..yg nota bene rumah nya megah& besar..di lingkungan dg 'one-gate system'..yg penampakannya parlente bnget; yg satunya mlh punya bbrp bidang tanah di wilayah kabupaten...yg salah satunya disewakan ke tetangga saya untuk warung-kafe..
Pak Ye Santos#1641 Sep 14, 2016, 02:18

Re:

#1631: echi -  

 Yaa..itu adlh pengalaman yg sering sy alami...belum lagi tukang parkirnya yg penampilannya (sangar)..bertatoo..jaket kulit..berkacamata hitam& memegang hp android..sungguh sebuah ironi besar..

Tamu#1642 Sep 14, 2016, 03:02
Sesuai dengan realita
Tamu#1643 Sep 14, 2016, 03:05
Tolong tertibkan tukang parkir.
Kalau bisa ada parkir berlangganan, motor yang membeli stiker berlangganan parkir cukup membayar 1 kali dalam sebulan sehingga bebas perkir dimanapun dan kapanpun. Uang yang masuk ke pemerintah tersebut barulah dipakai buat membayar tukang parkir. Dengan begitu membuka lapangan pekerjaan tanpa menyusahkan orang lain. Tukang parkir mendapatkan pekerjaan, pemerintah mendapat masukan Dana utk perbaikan fasilitas umum tanpa ada yang dikuntit oleh tukang parkir.
Adil kan, tukang parkir tetap bekerja, pemerintah mendapat suntikan Dana utk perbaikan fasilitas, masyarakat juga tidak waswas.
Kan tidak lucu kalau niat cari barang dari toko 1 ke toko lainnya parkir terus. Sehari bisa keluar 10.000 hanya untuk perkir.
Okelah kalau pejabat atau aparat, lah kami yang hanya pendatang untuk menuntut ilmu bagaimana?
Untuk hidup dan menuntut ilmu saja mahal, harus mencari tambahan ini itu, eh malah habis buat parkir.
Tolong di perhatikan ya...
Tamu#1644 Sep 14, 2016, 03:10
kondisi di lapangan benar adanya. sampai beli bubur kacang hijau 5rb saja harus bayar parkir. urgent..
Tamu#1645 Sep 14, 2016, 03:14

Kadang karcis lawas dikekno.....karep e opo ngnu iku

Gk semua barang ilang diganti....

Tamu#1646 Sep 14, 2016, 03:24
Ayo...bah...tertibkan.
Tamu#1647 Sep 14, 2016, 03:26
markir diluk tuku kokor eceran 1500 trus arep budal di priit 2000....tukang pakire rung kokoran tibake
Tamu#1648 Sep 14, 2016, 03:31
Ruko, warung atm sasaran empuk para pemungut 2000
Ini jukir berwajah preman.
Di kasih 1000 nambah 1000
Gak di kasih minta adu mulut
Mending kalo tugasnya benar, sambil mengatur kendaraan, dan memberi layanan anti panas bagi kendaraan.
Sekali naroh sepeda 2000 melayang
Tamu#1649 Sep 14, 2016, 03:38
Sepakat yang ijo Sekarang jadi orang sumpit"
Tiap tahun bayar pajak parkir kendaraan dan tiap hari dipungli parkir dimana"
Tamu#1650 Sep 14, 2016, 04:41
Semoga ada perubahan sistem yg lebih baik sehingga tidak merugikan masyarakat secara berkelanjutan.